Sentralisasi dan Desentralisasi
Oleh :
-
Hardi
Cristian Lumban Gaol
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI........................................................................................................i
KATA
PENGANTAR..............................................................................................................ii
PENDAHULUAN
A.
LARAT BELAKANG..................................................................................................iii
B.
RUMUSAN
MASALAH.............................................................................................iii
PEMBAHASAN
A.
KONSEP DASAR SENTRALISASI DAN
DESENTRALISASI................................1
·
BEBERAPA ALASAN YANG
MENDASARI DESENTRALISASI...................1
·
TIPE-TIPE
DESENTRALISASI.............................................................................2
B.
KELEMAHAN DAN KELEBIHAN SENTRALISASI DAN
DESENTRALISASI....3
·
ADA EMPAT HAL AGAR
DESENTRALISASI DAPAT BERHASIL................3
·
KEGAGALAN DESENTRALISASI DI AKIBATKAN BEBERAPA
HAL.........4
·
BEBERAPA PENGALAMAN
DESENTRALISASI.............................................4
·
KEBERHASILAN
DESENTRALISASI.................................................................5
·
KELEMAHAN SISTEM
DESENTRALISASI.......................................................6
·
KELEBIHAN SISTEM SENTRALISASI...............................................................7
PENUTUP
Ø KESIMPULAN.............................................................................................................8
DAPTAR
PUSTAKA................................................................................................................9
i
Kata Pengantar
Puji
dan Syukur kami ucapkan atas terlaksananya makalah ”Sentralisasi dan
Desentralisasi”. Makalah ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajaran
mata kuliah manajemen berbasis sekolah
yang diberikan di fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Kami
sadar bahwa Makalah kami ini kurang sempurna .Oleh karena itu,kami sangat
menghargai tegur sapa yang membangun demi semakin berkualitasnya makalah kami
ini.
Demikianlah
besar harapan kami makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa. Makalah
ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan dapat dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya. Untuk semuanya itu, kami menyampaikan terimakasih yang
sebesar-besarnya.
Medan,13
April 2016
Penulis
Ii
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Alasan
diterapkannya desentralisasi dapat ditelusuri dari ketidakberhasilan pemerintah
Orde Baru dalam mengatasi krisis ekonomi pada tahun 1997 – 1998 yang
menimbulkan efek berantai yang berwujud ketidakpuasan masyarakat terhadap
hampir semua kebijakan, tatanan pemerintahan dan hasil-hasil karya pembangunan
pemerintahan Orde Baru. Puncak semua ketidakpuasan tersebut berujung pada
jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto dan digantikan oleh B.J. Habibie, yang
menandai titik awal dimulainya reformasi disegala bidang.
Pada era
reformasi,masyarakat seakan-akan mendapatkan kebebasan yang sebelumnya tidak
pernah dirasakan. Masyarakat sungguh-sungguh menuntut sistem pemerintahan yang
transparan, accountable, efektif dan efisien, serta mengindahkan aspirasi
masyarakat yang beragam. Sistem desentralisasi dipandang dapat mengakomodasikan
tuntutan masyarakat tersebut.
B. Rumusan Masalah
1. Konsep dasar Sentralisasi dan Desentralisasi
2. Kelebihan dan kekurangan Desentralisasi serta Sentralisasi
iii
BAB II
PEMBAHASAN
A. Konsep Dasar Sentralisasi dan Desentralisasi
Pada umumnya disepakati bahwa sentralisasi merujuk pada sejauh mana
pengambilan keputusan terkonsentrasi pada suatu titik didalam organisasi.
Konsentrasi pengambilan keputusan yang tinggi bermakna tingkat sentralisasi
yang tinggi, sebaiknya konsentrasi yang rendah menunjukan tingkat sentralisasi
yang rendah pula atau dapat disebut desentralisasi.sentralisasi berkaitan
dengan penyebaran kewenangan untuk mengambil kepustusan didalam organisasi.
Menurut robbins, penyebaran tersebut bukan penyebaran yang bersifat geografis.
Mintzberg dalam The Structuring of Organizations mengemukakan masalah
sentralisasi dan desentralisasi dalam arti kekuasaan untuk pengambilan
keputusan dalam organisasi. Menurutnya apabila semua kekuasaan untuk mengambil
keputusan berada pada satu titik dalam organisasi dan pada akhirnya berada
ditangan seorang individu maka stuktur organisasi tersebut disebut sentalistik.
Jika kekuasaan tersebar di antara banyak orang maka disebut sentralistik.
Kekuasaan untuk mengambil keputusan dapat dilakukan karena yang
bersangkutan memang memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut. Wewenang
untuk mengambil keputusan dapat bersifat formal karena posisi atau kedudukan
dalam organisasi atau berdasarkan mandat yang melekat pada jabatan atau posisi
yang bersangkutan.
·
Beberapa
alasan yang mendasari perlunya desentralisasi :
1. Mendorong terjadinya partisipasi dari bawah secara lebih luas
2. Mengakomodasi terwujudnya prinsip demokrasi.
3. Mengurangi biaya akibat alur birokrasi yang panjang sehinmgga dapat
meningkatkan efisiensi
4. Memberi peluang untuk memanfaatkan potensi daerah secara optimal.
5. Mengakomodasi kepentingan poloitik dan peningkatan kualitas yang
kompetitif
1
·
Tipe- tipe
desentralisasi berdasarkan pada derajat besar kecilnya tanggung jawab dan
kebebasan dalam mengambil keputusan yang diberikan oleh pemerintah pusat,
sebagai berikut :
1. Dekonsentrasi , yaitu penyerahan sejumlah kewenangan adminstratif atau
tanggung jawab dari suatu kementrian kepada tingkat di bawahnya sehingga beban
kerja pejabat pusat berpindah ke luar kantor psat atau daerah dan dilaksanakan
sesuai kondisi, tetapi tetap berpedoman pada petunujuk pusat. Di Indonesia,
tugas yang dilakukan pemerintah provinsi sebagian adalah tugas dekonsentrasi.
2. Delegasi, yaitu penyerahan tanggung jawab pengelolaan hanya untuk
fungsi-fungsi khusus tertentu. Termasuk di antaranya pendelegasian wewenang
khusus untuk masalah personel saja, atau masalah sarana prasarana saja.
3. Devolusi, didalamnya terkandung pengertian mewujudkan unit mandiri dibawah
struktur organisasi pusat yang secara hukum maupun keuangan berstatus otonom
dan independen. Penguasa pusat hanya melakukan kontrol secara tidak langsung.
4. Privatisasi, merupakan
penyerahahan kewenangan dan tanggung jawab secara penuh, yang biasa dilakukan
kepada perusahaan swasta atau individu dan juga kepada lembaga swadaya
masyarakat.
Berdasarkan pengertian-pengertian tentang tipe-tipe desentralisasi terebut,
menurut Fiske (1996, dikutip oleh Dohuo, 1999), dekonsentrasi adalah
desentralisasi yang plaing lemah , pemerintah pusat masih sangan kuat
kontrolnya. Sementara itu, delegasi meskipun memberikan kewenangan yang lebih
besar, mengandung makna bahwa memberi kewenangan tersebut sewaktu-wsaktu dapat
ditarik kembali. Devolusi merupakan penyerahan kewenangan yang cakupannya luas
dan permanen.
2
B. Kelebihan dan kekurangan Sentralisasi serta Desentralisasi
Meskipun sentralisasi cenderung ditinggalkan, namun tudak berarti tidak
mempunyai kelebihan. Demikian pula sebaliknya meskipun desentralisasi cenderung
diterapkan, namun tidak dapat dikatakan bahwa desentralisasi tidak memiliki
kekurangan. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan
kelebihan tersebut, antara lain terkait erat dengan kebutuhan koordinasi,
kekuasaan, waktu penerapan, dan formalisasi yang semuanya terdapat dalam suatu
organisasi.
Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat.Daerah
tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan
yang telah digariskan menurut UU.Menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah
memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang berada di
suatu puncak pada sebuah struktur organisasi.
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan
kebijakan kepada orang-orang pada level bawah (daerah).Pada sistem pendidikan
yang terbaru tidak lagi menerapkan sistem pendidikan sentralisasi, melainkan
sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan wewenang kepada pemerintah
daerah untuk mengambil kebijakan yang tadinya diputuskan seluruhnya oleh
pemerintah pusat.Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan
yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah
pusat.Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang
berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan
serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
Desentralisasi pengelolaan sekolah perlu diletakkan dalam rangka mengisi
kebhinekaan dalam wadah negara kesatuan yang dijiwai oleh rasa persatuan dan
kesatuan bangsa; bukan berdasarkan kepentingan kelompok dan daerah secara
sempit.Pelaksanaan desentralisasi dalam pengelolaan sekolah memerlukan kesiapan
berbagai perangkat pendukung di daerah.
·
Sedikitnya
terdapat empat hal yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan desentralisasi
berhasil, yaitu:
1. Peraturan perundang-undangan yang mengatur desenralisasi pendidikan dari
tingkat daerah, provinsi sampai tingkat kelembagaan.
3
2. Pembinaan kemampuan daerah.
3. Pebentukan perencanaan unit yang bertanggung jawab untuk menyusun
perencanaan penddikan.
4. Perangkat sosial, berupa kesiapan masyarakat setempat untuk menerima dan
membantu menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan desentralisasi
tersebut.
·
Dari
beberapa pengalaman di negara lain, kegagalan desentralisasi di akibatkan oleh
beberapa hal :
1. Masa transisi dari sistem sentralisasi ke desentralisasi memungkinkan
terjadinya perubahan secara gradual dan tidak memadai serta jadwal pelaksanaan
yang tergesa-gesa.
2. Kurang jelasnya pembatasan rinci kewenangan antara pemerintah pusat,
propinsi dan daerah.
3. Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
4. Sumber daya manusia yang belum memadai.
5. Kapasitas manajemen daerah yang belum memadai.
6. Restrukturisasi kelembagaan daerah yang belum matang.
7. Pemerintah pusat secara psikologis kurang siap untuk kehilangan otoritasnya
·
Berdasarkan
pengalaman, pelaksanaan disentralisasi yang tidak matang juga melahirkan
berbagai persoalan baru, diantaranya :
1. Meningkatnya kesenjangan anggaran pendidikan antara daerah,antar sekolah
antar individu warga masyarakat.
2. Keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan masyarakat (orang tua)
menjadikan jumlah anggaran belanja sekolah akan menurundari waktu
sebelumnya,sehingga akan menurunkan motivasi dan kreatifitas tenaga
kependidikan di sekolahuntuk melakukan pembaruan.
3. Biaya administrasi di sekolah meningkat karena prioritas anggarandi
alokasikan untuk menutup biaya administrasi, dan sisanya baru didistribusikan
ke sekolah.
4. Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperioritaskan pendidikan, secara
kumulatif berpotendsi akan menurunkan pendidikan.
5. Penggunaan otoritas masyarakat yang
belum tentu memahamisepenuhnya permasalahandan pengelolaan pendidikan yang pada
akhirnya akan menurunkan mutu pendidikan.
6. Kesenjangan sumber daya pendidikan yang tajam di karenakan perbedaan
potensi daerah yang berbeda-beda. Mengakibatkan kesenjangan mutu pendidikan
serta melahirkan kecemburuan social
4
Untuk mengantisipasi munculnya permasalahan tersebut di atas,
disentralisasi pendidikan dalam pelaksanaannya harus bersikap
hati-hati.Ketepatan strategi yang ditempuh sangat menentukan tingkat
efektifitas implementasi disentralisasi. Untuk mengantisipasi berbagai
kemungkinan buruk tersebut ada beberapa hal yang perlu di perhatikan :
1. Adanya jaminan dan keyakinan bahwa pendidikan akan tetap berfungsi sebagai
wahana pemersatu bangsa.
2. Masa transisi benar-benar di gunakan untuk menyiapkan berbagai halyang
dilakukan secara garnual dan di jadwalkan setepat mungkin.
3. Adanya kometmen dari pemerintah daerah terhadappendidikan, terutama dalam
pendanaan pendidikan.
4. Adanya kesiapan sumber daya manusia dan sistem manajemen yang tepat yang
telah dipersiapkan dengan matang oleh daerah.
5. Pemahaman pemerintah daerah maupunDPRD terhadap keunikan dan keberagaman
sistem pengelolaan pendidikan, dimana sistem pengelolaan pendidikan tidak sama
dengan pengelolaan pendidikan daerah lainnya.
6. Adanya kesadaran dari semua pihak (pemerintah, DPRD, masyarakat) bahwa
pengelolaan tenaga kependidikan di sekolah, terutama guru tidak sama dengan
pengelolaan aparat birokrat lainnya.
7. Adanya keiapan psikologis dari pemerintah pusat dari propinsi untuk melepas
kewenangannya pada pemerintah kabupaten / kota.
·
Selain
dampak negatif tentu saja desentralisasi pendidikan juga telah membuktikan
keberhasilannya antara lain :
1. Mampu memenuhi tujuan politis, yaitu melaksanakan demokratisasi dalam pengelolaan
pendidikan.
2. relevan, karena pendidikan benar-benar dari oleh dan untuk masyarakat.
3. Mampu menyelenggarakan pendidikan dengan memfasilitasi proses belajar
mengajar yang kondusif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas belajar
siswa.
5
Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai kesamaan ciri sosial
budayanya, juga mengikuti sistem sentralistik yang telah lama dikembangkan pada
negara berkembang.Konsekuensinya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia serba
seragam, seba keputusan dari atas, seperti kurikulum yang seragam tanpa melihat
tingkat relevansinya bai kehidupan anak dan lingkungannya.
Konsekuensinya,posisi dan peran siswa cenderung dijadikan sebagai objek
agar yang memiliki peluang untuk mengembangkan kreatifitas dan minatnya sesuai
dengan talenta yang dimilikinya. Dengan adanya sentralisasi pendidikan telah
melahirkan berbagai fenomena yang memperhatikan seperti :
1. Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan
2. Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan,
evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
3. Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
4. Melemahnya kebudayaan daerah.
5. Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.
Dengan
demikian, sebagai dampak sistem pendidikan sentralistik, makaupaya mewujudkan
pendidikan yang dapat melahirkan sosok manusia yang memiliki kebebasan
berpikir, mampu memecahkan masalah secara mandiri, bekerja dan hidup dalam
kelompok kreatif penuh inisiatif dan impati, memeliki keterampilan
interpersonal yang memadai sebagai bekal masyarakat menjadi sangat sulit untuk
di wujudkan.
·
kelemahan di system sentralisasi adalah:
- Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan dengan pendekatan sentralisasi sering kali tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang sekiranya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tersebut.
- Demotivasi dan disinsentif bagi pengembangan unit organisasi. Anggota organisasi sulit mengembangkan potensi dirinya karena tidak ada wahana dan dominasi pimpinan yang terlalu tinggi.
6
- Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan lingkungan. Organisasi sangat bergantung pada daya respon sekelompok orang saja.
- Peningkatan kompleksitas pengelolaan. Pengelolaan organisasi akan semakin rumit karena banyaknya masalah pada level uniitorganisasi yang di bawah.
- Perspektifluas, tetapi kurang mendalam. Pimpinan organisasi akan mengambil keputusan berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau jarang mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa.
·
Kelebihan di system sentralisasi adalah:
- Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien. Seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
- Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi. Tidak perlu jenjang koordinasi yang terlalu jauh antara unit pengambilan keputusan dan yang akan melaksanakan atau terpengaruh oleh pengambilan keputusan tersebut.
- Peningkatan resource sharing (berbagi Sumberdaya) dan sinergi. Sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan secara terpusat.
- Pengurangan redun dan ciesaset dan fasilitas lain. Satuan set dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan set yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda.
- Perbaikan koordinasi. Koordinasi menjadi lebih mudah karena adanya unity of command ( Kesatuan Komando ).
- Pemusatan expertise (Keahlian). Keahlian dari anggota organisasi dapat dimanfaatkan secara maksimal karena pimpinan dapat member wewenang
7
BAB III
KESIMPULAN
Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat.Daerah
tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan
yang telah digariskan menurut UU.Menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah
memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang berada di
suatu puncak pada sebuah struktur organisasi.Sentralisasi banyak digunakan
pemerintah sebelum otonomi daerah.Kelemahan sistem sentralisasi adalah dimana
sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang
yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal
menjadi lebih lama.
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan
kebijakan kepada orang-orang pada level bawah (daerah).Pada sistem pendidikan
yang terbaru tidak lagi menerapkan sistem pendidikan sentralisasi, melainkan
sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan wewenang kepada pemerintah
daerah untuk mengambil kebijakan yang tadinya diputuskan seluruhnya oleh
pemerintah pusat.Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan
yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah
pusat.Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang
berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan
serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
Meskipun sentralisasi cenderung ditinggalkan, namun tudak berarti tidak
mempunyai kelebihan. Demikian pula sebaliknya meskipun desentralisasi cenderung
diterapkan, namun tidak dapat dikatakan bahwa desentralisasi tidak memiliki
kekurangan. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan
kelebihan tersebut, antara lain terkait erat dengan kebutuhan koordinasi,
kekuasaan, waktu penerapan, dan formalisasi yang semuanya terdapat dalam suatu
organisasi.
8
DAFTAR PUSTAKA
Umaedi, dkk(2011). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Universitas Terbuka.
9
Use this diet hack to drop 2 lb of fat in just 8 hours
BalasHapusWell over 160 thousand men and women are losing weight with a simple and SECRET "liquids hack" to drop 1-2lbs each night as they sleep.
It is easy and it works every time.
This is how you can do it yourself:
1) Hold a clear glass and fill it with water half full
2) Now learn this weight losing HACK
and you'll be 1-2lbs lighter when you wake up!