Senin, 27 Februari 2017

Sentralisasi dan Desentralisasi



Sentralisasi dan Desentralisasi
Oleh :
-        Hardi Cristian Lumban Gaol










DAFTAR ISI
DAFTAR ISI........................................................................................................i
KATA PENGANTAR..............................................................................................................ii
PENDAHULUAN
A.    LARAT BELAKANG..................................................................................................iii
B.     RUMUSAN MASALAH.............................................................................................iii
PEMBAHASAN
A.    KONSEP DASAR SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI................................1
·         BEBERAPA ALASAN YANG  MENDASARI DESENTRALISASI...................1
·         TIPE-TIPE DESENTRALISASI.............................................................................2
B.     KELEMAHAN DAN KELEBIHAN SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI....3
·         ADA EMPAT HAL AGAR DESENTRALISASI DAPAT BERHASIL................3
·         KEGAGALAN DESENTRALISASI DI AKIBATKAN BEBERAPA HAL.........4
·         BEBERAPA PENGALAMAN DESENTRALISASI.............................................4
·         KEBERHASILAN DESENTRALISASI.................................................................5
·         KELEMAHAN SISTEM DESENTRALISASI.......................................................6
·         KELEBIHAN SISTEM SENTRALISASI...............................................................7
PENUTUP
Ø  KESIMPULAN.............................................................................................................8
DAPTAR PUSTAKA................................................................................................................9




                                                                        i

Kata Pengantar
                                                       
Puji dan Syukur kami ucapkan atas terlaksananya makalah ”Sentralisasi dan Desentralisasi”. Makalah ini disusun untuk memenuhi kebutuhan akan bahan ajaran mata kuliah manajemen berbasis sekolah  yang diberikan di fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).
Kami sadar bahwa Makalah kami ini kurang sempurna .Oleh karena itu,kami sangat menghargai tegur sapa yang membangun demi semakin berkualitasnya makalah kami ini.
Demikianlah besar harapan kami makalah ini dapat bermanfaat bagi semua mahasiswa. Makalah ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Untuk semuanya itu, kami menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya.


                                     
                                                                   Medan,13 April 2016

                                                                                                Penulis








Ii


BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang

Alasan diterapkannya desentralisasi dapat ditelusuri dari ketidakberhasilan pemerintah Orde Baru dalam mengatasi krisis ekonomi pada tahun 1997 – 1998 yang menimbulkan efek berantai yang berwujud ketidakpuasan masyarakat terhadap hampir semua kebijakan, tatanan pemerintahan dan hasil-hasil karya pembangunan pemerintahan Orde Baru. Puncak semua ketidakpuasan tersebut berujung pada jatuhnya pemerintahan Presiden Soeharto dan digantikan oleh B.J. Habibie, yang menandai titik awal dimulainya reformasi disegala bidang.
Pada era reformasi,masyarakat seakan-akan mendapatkan kebebasan yang sebelumnya tidak pernah dirasakan. Masyarakat sungguh-sungguh menuntut sistem pemerintahan yang transparan, accountable, efektif dan efisien, serta mengindahkan aspirasi masyarakat yang beragam. Sistem desentralisasi dipandang dapat mengakomodasikan tuntutan masyarakat tersebut.

B.      Rumusan Masalah

1.       Konsep dasar Sentralisasi dan Desentralisasi
2.       Kelebihan dan kekurangan Desentralisasi serta Sentralisasi










iii
                                                                    BAB II                                         
 PEMBAHASAN

A.      Konsep Dasar Sentralisasi dan Desentralisasi

Pada umumnya disepakati bahwa sentralisasi merujuk pada sejauh mana pengambilan keputusan terkonsentrasi pada suatu titik didalam organisasi. Konsentrasi pengambilan keputusan yang tinggi bermakna tingkat sentralisasi yang tinggi, sebaiknya konsentrasi yang rendah menunjukan tingkat sentralisasi yang rendah pula atau dapat disebut desentralisasi.sentralisasi berkaitan dengan penyebaran kewenangan untuk mengambil kepustusan didalam organisasi. Menurut robbins, penyebaran tersebut bukan penyebaran yang bersifat geografis.
Mintzberg dalam The Structuring of Organizations mengemukakan masalah sentralisasi dan desentralisasi dalam arti kekuasaan untuk pengambilan keputusan dalam organisasi. Menurutnya apabila semua kekuasaan untuk mengambil keputusan berada pada satu titik dalam organisasi dan pada akhirnya berada ditangan seorang individu maka stuktur organisasi tersebut disebut sentalistik. Jika kekuasaan tersebar di antara banyak orang maka disebut sentralistik.
Kekuasaan untuk mengambil keputusan dapat dilakukan karena yang bersangkutan memang memiliki wewenang untuk melakukan hal tersebut. Wewenang untuk mengambil keputusan dapat bersifat formal karena posisi atau kedudukan dalam organisasi atau berdasarkan mandat yang melekat pada jabatan atau posisi yang bersangkutan.

·         Beberapa alasan yang mendasari perlunya desentralisasi :
1.      Mendorong terjadinya partisipasi dari bawah secara lebih luas                
2.      Mengakomodasi terwujudnya prinsip demokrasi.
3.      Mengurangi biaya akibat alur birokrasi yang panjang sehinmgga dapat meningkatkan efisiensi
4.      Memberi peluang untuk memanfaatkan potensi daerah secara optimal.
5.      Mengakomodasi kepentingan poloitik dan peningkatan kualitas yang kompetitif
                                                                                      
1
·         Tipe- tipe desentralisasi berdasarkan pada derajat besar kecilnya tanggung jawab dan kebebasan dalam mengambil keputusan yang diberikan oleh pemerintah pusat, sebagai berikut :
1.       Dekonsentrasi , yaitu penyerahan sejumlah kewenangan adminstratif atau tanggung jawab dari suatu kementrian kepada tingkat di bawahnya sehingga beban kerja pejabat pusat berpindah ke luar kantor psat atau daerah dan dilaksanakan sesuai kondisi, tetapi tetap berpedoman pada petunujuk pusat. Di Indonesia, tugas yang dilakukan pemerintah provinsi sebagian adalah tugas dekonsentrasi.
2.       Delegasi, yaitu penyerahan tanggung jawab pengelolaan hanya untuk fungsi-fungsi khusus tertentu. Termasuk di antaranya pendelegasian wewenang khusus untuk masalah personel saja, atau masalah sarana prasarana saja.
3.       Devolusi, didalamnya terkandung pengertian mewujudkan unit mandiri dibawah struktur organisasi pusat yang secara hukum maupun keuangan berstatus otonom dan independen. Penguasa pusat hanya melakukan kontrol secara tidak langsung.
4.       Privatisasi, merupakan penyerahahan kewenangan dan tanggung jawab secara penuh, yang biasa dilakukan kepada perusahaan swasta atau individu dan juga kepada lembaga swadaya masyarakat.

Berdasarkan pengertian-pengertian tentang tipe-tipe desentralisasi terebut, menurut Fiske (1996, dikutip oleh Dohuo, 1999), dekonsentrasi adalah desentralisasi yang plaing lemah , pemerintah pusat masih sangan kuat kontrolnya. Sementara itu, delegasi meskipun memberikan kewenangan yang lebih besar, mengandung makna bahwa memberi kewenangan tersebut sewaktu-wsaktu dapat ditarik kembali. Devolusi merupakan penyerahan kewenangan yang cakupannya luas dan permanen.








2
B.      Kelebihan dan kekurangan Sentralisasi serta Desentralisasi

Meskipun sentralisasi cenderung ditinggalkan, namun tudak berarti tidak mempunyai kelebihan. Demikian pula sebaliknya meskipun desentralisasi cenderung diterapkan, namun tidak dapat dikatakan bahwa desentralisasi tidak memiliki kekurangan. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan kelebihan tersebut, antara lain terkait erat dengan kebutuhan koordinasi, kekuasaan, waktu penerapan, dan formalisasi yang semuanya terdapat dalam suatu organisasi.
Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat.Daerah tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan menurut UU.Menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi.
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada orang-orang pada level bawah (daerah).Pada sistem pendidikan yang terbaru tidak lagi menerapkan sistem pendidikan sentralisasi, melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang tadinya diputuskan seluruhnya oleh pemerintah pusat.Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat.Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
Desentralisasi pengelolaan sekolah perlu diletakkan dalam rangka mengisi kebhinekaan dalam wadah negara kesatuan yang dijiwai oleh rasa persatuan dan kesatuan bangsa; bukan berdasarkan kepentingan kelompok dan daerah secara sempit.Pelaksanaan desentralisasi dalam pengelolaan sekolah memerlukan kesiapan berbagai perangkat pendukung di daerah.

·         Sedikitnya terdapat empat hal yang harus dipersiapkan agar pelaksanaan desentralisasi berhasil, yaitu:
1.      Peraturan perundang-undangan yang mengatur desenralisasi pendidikan dari tingkat daerah, provinsi sampai tingkat kelembagaan.

3
2.      Pembinaan kemampuan daerah.
3.      Pebentukan perencanaan unit yang bertanggung jawab untuk menyusun perencanaan penddikan.
4.      Perangkat sosial, berupa kesiapan masyarakat setempat untuk menerima dan membantu menciptakan iklim yang kondusif bagi pelaksanaan desentralisasi tersebut.
·         Dari beberapa pengalaman di negara lain, kegagalan desentralisasi di akibatkan oleh beberapa hal :
1.      Masa transisi dari sistem sentralisasi ke desentralisasi memungkinkan terjadinya perubahan secara gradual dan tidak memadai serta jadwal pelaksanaan yang tergesa-gesa.
2.      Kurang jelasnya pembatasan rinci kewenangan antara pemerintah pusat, propinsi dan daerah.
3.      Kemampuan keuangan daerah yang terbatas.
4.      Sumber daya manusia yang belum memadai.
5.      Kapasitas manajemen daerah yang belum memadai.
6.      Restrukturisasi kelembagaan daerah yang belum matang.
7.      Pemerintah pusat secara psikologis kurang siap untuk kehilangan otoritasnya

·         Berdasarkan pengalaman, pelaksanaan disentralisasi yang tidak matang juga melahirkan berbagai persoalan baru, diantaranya :
1.      Meningkatnya kesenjangan anggaran pendidikan antara daerah,antar sekolah antar individu warga masyarakat.
2.      Keterbatasan kemampuan keuangan daerah dan masyarakat (orang tua) menjadikan jumlah anggaran belanja sekolah akan menurundari waktu sebelumnya,sehingga akan menurunkan motivasi dan kreatifitas tenaga kependidikan di sekolahuntuk melakukan pembaruan.
3.      Biaya administrasi di sekolah meningkat karena prioritas anggarandi alokasikan untuk menutup biaya administrasi, dan sisanya baru didistribusikan ke sekolah.
4.      Kebijakan pemerintah daerah yang tidak memperioritaskan pendidikan, secara kumulatif berpotendsi akan menurunkan pendidikan.
5.       Penggunaan otoritas masyarakat yang belum tentu memahamisepenuhnya permasalahandan pengelolaan pendidikan yang pada akhirnya akan menurunkan mutu pendidikan.
6.      Kesenjangan sumber daya pendidikan yang tajam di karenakan perbedaan potensi daerah yang berbeda-beda. Mengakibatkan kesenjangan mutu pendidikan serta melahirkan kecemburuan social
4

Untuk mengantisipasi munculnya permasalahan tersebut di atas, disentralisasi pendidikan dalam pelaksanaannya harus bersikap hati-hati.Ketepatan strategi yang ditempuh sangat menentukan tingkat efektifitas implementasi disentralisasi. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk tersebut ada beberapa hal yang perlu di perhatikan :
1.      Adanya jaminan dan keyakinan bahwa pendidikan akan tetap berfungsi sebagai wahana pemersatu bangsa.
2.      Masa transisi benar-benar di gunakan untuk menyiapkan berbagai halyang dilakukan secara garnual dan di jadwalkan setepat mungkin.
3.      Adanya kometmen dari pemerintah daerah terhadappendidikan, terutama dalam pendanaan pendidikan.
4.      Adanya kesiapan sumber daya manusia dan sistem manajemen yang tepat yang telah dipersiapkan dengan matang oleh daerah.
5.      Pemahaman pemerintah daerah maupunDPRD terhadap keunikan dan keberagaman sistem pengelolaan pendidikan, dimana sistem pengelolaan pendidikan tidak sama dengan pengelolaan pendidikan daerah lainnya.
6.      Adanya kesadaran dari semua pihak (pemerintah, DPRD, masyarakat) bahwa pengelolaan tenaga kependidikan di sekolah, terutama guru tidak sama dengan pengelolaan aparat birokrat lainnya.
7.      Adanya keiapan psikologis dari pemerintah pusat dari propinsi untuk melepas kewenangannya pada pemerintah kabupaten / kota.

·         Selain dampak negatif tentu saja desentralisasi pendidikan juga telah membuktikan keberhasilannya antara lain :
1.      Mampu memenuhi tujuan politis, yaitu melaksanakan demokratisasi dalam pengelolaan pendidikan.
2.      relevan, karena pendidikan benar-benar dari oleh dan untuk masyarakat.
3.      Mampu menyelenggarakan pendidikan dengan memfasilitasi proses belajar mengajar yang kondusif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kualitas belajar siswa.



5
Indonesia sebagai negara berkembang dengan berbagai kesamaan ciri sosial budayanya, juga mengikuti sistem sentralistik yang telah lama dikembangkan pada negara berkembang.Konsekuensinya penyelenggaraan pendidikan di Indonesia serba seragam, seba keputusan dari atas, seperti kurikulum yang seragam tanpa melihat tingkat relevansinya bai kehidupan anak dan lingkungannya.
Konsekuensinya,posisi dan peran siswa cenderung dijadikan sebagai objek agar yang memiliki peluang untuk mengembangkan kreatifitas dan minatnya sesuai dengan talenta yang dimilikinya. Dengan adanya sentralisasi pendidikan telah melahirkan berbagai fenomena yang memperhatikan seperti :
1.      Totaliterisme penyelenggaraan pendidikan
2.      Keseragaman manajemen, sejak dalam aspek perencanaan, pengelolaan, evaluasi, hingga model pengembangan sekolah dan pembelajaran.
3.      Keseragaman pola pembudayaan masyarakat
4.      Melemahnya kebudayaan daerah.                  
5.      Kualitas manusia yang robotic, tanpa inisiatif dan kreatifitas.

Dengan demikian, sebagai dampak sistem pendidikan sentralistik, makaupaya mewujudkan pendidikan yang dapat melahirkan sosok manusia yang memiliki kebebasan berpikir, mampu memecahkan masalah secara mandiri, bekerja dan hidup dalam kelompok kreatif penuh inisiatif dan impati, memeliki keterampilan interpersonal yang memadai sebagai bekal masyarakat menjadi sangat sulit untuk di wujudkan.

·         kelemahan  di system sentralisasi adalah:
  1. Kemungkinan penurunan kecepatan pengambilan keputusan dan kualitas keputusan. Pengambilan keputusan dengan pendekatan sentralisasi sering kali tidak mempertimbangkan faktor-faktor yang sekiranya berpengaruh terhadap pengambilan keputusan tersebut.
  2. Demotivasi dan disinsentif bagi pengembangan unit organisasi. Anggota organisasi sulit mengembangkan potensi dirinya karena tidak ada wahana dan dominasi pimpinan yang terlalu tinggi.
6
  1. Penurunan kecepatan untuk merespon perubahan lingkungan. Organisasi sangat bergantung pada daya respon sekelompok orang saja.
  2. Peningkatan kompleksitas pengelolaan. Pengelolaan organisasi akan semakin rumit karena banyaknya masalah pada level uniitorganisasi yang di bawah.
  3. Perspektifluas, tetapi kurang mendalam. Pimpinan organisasi akan mengambil keputusan berdasarkan perspektif organisasi secara keseluruhan tapi tidak atau jarang mempertimbangkan implementasinya akan seperti apa.
·         Kelebihan di system sentralisasi adalah:
  1. Organisasi menjadi lebih ramping dan efisien. Seluruh aktivitas organisasi terpusat sehingga pengambilan keputusan lebih mudah.
  2. Perencanaan dan pengembangan organisasi lebih terintegrasi. Tidak perlu jenjang koordinasi yang terlalu jauh antara unit pengambilan keputusan dan yang akan melaksanakan atau terpengaruh oleh pengambilan keputusan tersebut.
  3. Peningkatan resource sharing (berbagi Sumberdaya) dan sinergi. Sumberdaya dapat dikelola secara lebih efisien karena dilakukan secara terpusat.
  4. Pengurangan redun dan ciesaset dan fasilitas lain. Satuan set dapat dipergunakan secara bersama-sama tanpa harus menyediakan set yang sama untuk pekerjaan yang berbeda-beda.
  5. Perbaikan koordinasi. Koordinasi menjadi lebih mudah karena   adanya unity of command ( Kesatuan Komando ).
  6. Pemusatan expertise (Keahlian). Keahlian dari anggota organisasi dapat dimanfaatkan secara maksimal karena pimpinan dapat member wewenang
                                                                                              







7
BAB III

KESIMPULAN

Sentralisasi adalah seluruh wewenang terpusat pada pemerintah pusat.Daerah tinggal menunggu instruksi dari pusat untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan yang telah digariskan menurut UU.Menurut ekonomi manajemen sentralisasi adalah memusatkan semua wewenang kepada sejumlah kecil manager atau yang berada di suatu puncak pada sebuah struktur organisasi.Sentralisasi banyak digunakan pemerintah sebelum otonomi daerah.Kelemahan sistem sentralisasi adalah dimana sebuah kebijakan dan keputusan pemerintah daerah dihasilkan oleh orang-orang yang berada di pemerintah pusat sehingga waktu untuk memutuskan suatu hal menjadi lebih lama.
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada orang-orang pada level bawah (daerah).Pada sistem pendidikan yang terbaru tidak lagi menerapkan sistem pendidikan sentralisasi, melainkan sistem otonomi daerah atau otda yang memberikan wewenang kepada pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan yang tadinya diputuskan seluruhnya oleh pemerintah pusat.Kelebihan sistem ini adalah sebagian keputusan dan kebijakan yang ada di daerah dapat diputuskan di daerah tanpa campur tangan pemerintah pusat.Namun kekurangan dari sistem ini adalah pada daerah khusus, euforia yang berlebihan dimana wewenang itu hanya menguntungkan pihak tertentu atau golongan serta dipergunakan untuk mengeruk keuntungan para oknum atau pribadi.
Meskipun sentralisasi cenderung ditinggalkan, namun tudak berarti tidak mempunyai kelebihan. Demikian pula sebaliknya meskipun desentralisasi cenderung diterapkan, namun tidak dapat dikatakan bahwa desentralisasi tidak memiliki kekurangan. Masing-masing mempunyai kekurangan dan kelebihan. Kekurangan dan kelebihan tersebut, antara lain terkait erat dengan kebutuhan koordinasi, kekuasaan, waktu penerapan, dan formalisasi yang semuanya terdapat dalam suatu organisasi.



                                                                        8


DAFTAR PUSTAKA

Umaedi, dkk(2011). Manajemen Berbasis Sekolah. Jakarta : Universitas Terbuka.

























                                                                                                9         

1 komentar:

  1. Use this diet hack to drop 2 lb of fat in just 8 hours

    Well over 160 thousand men and women are losing weight with a simple and SECRET "liquids hack" to drop 1-2lbs each night as they sleep.

    It is easy and it works every time.

    This is how you can do it yourself:

    1) Hold a clear glass and fill it with water half full

    2) Now learn this weight losing HACK

    and you'll be 1-2lbs lighter when you wake up!

    BalasHapus